Dede Irfan : 1 Abad Nahdlatul Ulama

1 Abad Nahdlatul Ulama
Dengan torehan sejarah panjangnya, 1 abad bagi sebuah organisasi bukanlah hal mudah. Segala tantangan dan rintangan, manis dan pahitnya perjalanan mendewasakan sikap seluruh warga Nahdliyyin. Karena catatan sejarah bangsa ini tidaklah lengkap tanpa membicarakan peran fungsi NU didalamnya.
Kalaulah 1 Abad ini penutup bagi penulis buku sejarah dalam menorehkan karyanya, maka kita haruslah mempersiapkan diri agar sejarawan mencatat awal abad ke 2 ini dengan penuh semangat karena layak untuk di baca oleh generasi mendatang.
Sebagaimana kita yang membaca historiografi para pendiri NU, merasakan betul perih getirnya dalam mengurusi NU agar bisa Anfa’uhum Linnaas. Maka pertanyaannya kemudian, akankah anak cucu kita kelak merasakan semangat yang sama ketika membaca historiografi awal abad ke 2 ini. ? Ini menjadi catatan awal bagi sejarawan untuk menulis kembali buku jilid ke 2 NU kedepan.
Bagi seluruh warga nahdliyyin agar terus mengambil peran penting dalam mengawal dan merawat jagat Nusantara agar tetap pada rull yg seharusnya dan senantiasa menghayati kembali perjuangan pendiri NU agar fikrah ilmiyyah dan firqoh sahsiyyah kita sejalan dengan para masyaayikh NU.
Terkhusus bagi para pemuda NU, Gerakan Pemuda Ansor Haruslah menjadi penggerak peradaban yang paling depan agar tetap tercatat menjadi pelopor ke-islaman dan ke-indonesiaan yang wasathiyyah (moderat) sebagaimana para pendiri NU yang menghiasi sejarah bangsa ini menjadi perekat keislaman dan keindonesiaannya.
Jangan sampai, kita terjebak pada uporia kajayaan NU dalam segala rangkaian perayaan seremonial dan melupakan esensi dari kegiatan itu dengan slogan “Merawat Jagat Membangun Peradaban”. Tentu kita berharap, selalu konsisten dengan dakwah keislaman dan keindonesiaan nya yang moderat dan layak untuk menghadirkan sejarah yang baru menjelang abad ke2 Nahdlatul Ulama.
Penulis : Dede Irfan
Editor : Dimas Rengga Alfauzi



