LAILATUL IJTIMA & YAUMUL IJTIMA, HILANG : TALI JAMA’AH LONGGAR, RUH JAM’IYYAH PUDAR
LTNNU Jawa Barat
Oleh H. Dien At-Tasiki
Sejak masa Muassis, Lailatul Ijtima & Yaumul Ijtima menjadi jantung kehidupan Nahdlatul Ulama.

Didalamnya para ulama, pengurus, dan jama’ah duduk bersama: ada tahlil yang menyambung ruhani, mauidzah hasanah yang menghidupkan nurani, serta musyawarah yang mengikat fikrah jam’iyyah.
Namun, ketika tradisi ini hilang atau terabaikan, NU kehilangan salah satu pondasi paling penting; Tali jama’ah menjadi longgar, karena ruang silaturahmi dan konsolidasi tidak lagi rutin.
Jama’ah pun makin renggang, hubungan ulama dan umat bertahan, bahkan generasi muda kehilangan ruang belajar tradisi jam’iyyah.
Lebih jauh lagi, ruh jam’iyyah kian pudar. NU yang dahulu hidup dari kebersamaan di akar rumput, bisa berubah menjadi organisasi formal yang kering makna, hanya sibuk dengan struktur, tanpa dorongan kehidupan di basis jama’ah.
Menjaga Lailatul Ijtima dan Yaumul Ijtima bukan sekedar melestarikan acara, melainkan merawat ruh perjuangan NU.
Lailatul ijtima dan yaumul ijtima adalah tali pengikat, ruh penggerak, dan jantung yang membuat NU tetap mengakar sekaligus menyala di hati umat.
Sumber : https://ltnnujabar.or.id/lailatul-ijtima-yaumul-ijtima-hilang-tali-jamaah-longgar-ruh-jamiyyah-pudar/




