HikmahKegiatan

Lembaga Dakwah PCNU Kota Sukabumi Kembali Selenggarakan Pengajian Rutin

Sukabumi, 24 Januari 2024

Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi yang juga pimpinan dari Pondok Pesantren Al Muslim Kota Sukabumi KH Yusuf Mulyadin memimpin langsung pengajian rutin yang diselenggarakan setiap bulannya oleh Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi.

Pada saat api hendak dinyalakan untuk membakar Nabi Ibrahim AS, seekor burung pipit yang melihat peristiwa tersebut bergegas terbang ke danau. Lalu burung pipit bergegas menuju kembali kearah api, setelah dekat dengan api, ia lantas menuangkan tetesan air dari paruhnya ke arah api.
Itulah sepenggal kisah yg disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi  KH Yufuf Mulyadin sekaligus Pimpinan Pomdok Pesantren Al Muslim Kota Sukabumi untuk memotivasi pengHidmahkan secara Mudawamah kita kepada Nahdlatul Ulama untuk terus berjuang menjaga dan menjalankan Amaliah para Masyaikh.

Kegiatan Pengajian Rutin LDNU Kota Sukabumi bersama KPNU Sukabumi Raya sekaligus Ta’dzim wa Takrim Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW tahun 1445 H.
Peristiwa Isra Mi’raj terjadi setelah Rasulullah SAW kehilangan kedua orang yang dicintainya yakni, istri Rasulullah yang bernama Siti Khadijah dan pamannya yang bernama Abu Thalib. Kedua orang tersebut merupakan orang terdekat Rasul yang diketahui memiliki peran serta pengaruh yang cukup besar dalam proses dakwah Rasulullah SAW.

Kepergian keduanya membuat Rasulullah sangat bersedih ditambah Kekuatan Kaum Kafir semakin bertambah sedangkan Kaum Muslimin semakin sedikit dan lemah sehingga tahun itu disebut sebagai ‘amul huzni atau tahun kesedihan. Sehingga Allah SWT membuat perjalanan spiritual untuk Rasulullah sebagai pelipur lara (Rihlah)yang dikenal dengan istilah Isra Miraj.

Perjalanan Isra menjadikan Nabi Muhammad SAW, Tokoh Lokal menjadi Tokoh Internasional. Sedangkan Perjalanan Mi’raj menjadikan Nabi Muhammad SAW Tokoh Dunia menjadi Tokoh Alam Semesta.
Demikian Hikmah Isra’ Mi’raj yang disampaikan Ketua LDNU Kota Sukabumi sebagai Motivasi untuk terus BerHidmah dan Mengembangakan Potensi Diri agar lebih bermanfaat.

Dalam Pengajian Rutin tsb Hadir juga Koord KPNU Sukabumi Raya KH Daden Sukendar bersama Bp Usep Ubaedilah dan Kang Havid.
Dalam Sambutannya Bp Usep Ubaedilah (Ketua KPNU Kota Sukabumi) mengajak kegiatan Pengajian Rutin ini lebih ditingkatkan dg mengajak para Kader dan Jamaah lebih banyak.dengan persiapan dan sosialisasi lebih baik.

KH Daden Sukendar dalam Tausyiah nya mengajak lebih meningkatkan Amaliah di bulan yang Agung ini dengan fadilah berlipat Pahala dari Alloh SWT
Bulan Rojab (Syahrulloh) memperbayak Istigfar untuk menadapatkan Magfiroh Alloh SWT
1 x kebaikan berpahala 70 x lipat kebaikan
Bulan Sya’ban memperbanyak Sholawat untuk Nabi Muhammad SAW untuk mendaptkan Syafaat nya
1 x Amaliah berlipat 700 x kebaikan
Bulan Ramadhan memperbanyak membaca Al Qur’an
1 x Kebaikan berlipat 1000 x kebaikan

Pengajian bulanan ini rutin dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Di masjid Agung Kota Sukabumi. Untuk pengajian kali ini dilaksanakan pada hari Selasa (malam Rabu) dilaksanakan setelah Sholat Magrib berjamaah.

Pengajian rutin ini diawali dengan pembacaan Istighotsah Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy’ari, kemudian pembacaan Aurod Misbahul Falah (Mama Ajengan Sepuh KH Ahmad Sanusi), Mahalul Qiyam serta diakhiri dengan Tausyiah.

Istighotsah Hadrotusyaikh KH Hasyim Asy’ari ini sudah rutin diamalkan oleh para pengurus dan jamaah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi, khususnya pengajian rutin yang dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah PCNU Kota Sukabumi.

Mengutip dari NU Online, Istighotsah ini pertama kali diijazahkan oleh KH M Hasyim Asy’ari kepada putranya KH Kholiq Hasyim. Selanjutnya, Kiai Kholiq mengijazahkan kepada muridnya yang bernama KH Fahrudin. Beberapa bulan sebelum Pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Huda Ponorogo ini wafat, Kiai Fahmi sempat silaturahim dan mendapatkan ijazah istighotsah ini, Kemudian sebelum wafat, ada keinginan dari Kiai Fakhrudin untuk ‘mengembalikan’ ijazah ini kepada keluarga Tebuireng agar bisa diijazahkan kepada masyarakat hingga tersebarlah ke seluruh warga sampai saat ini.

Di dunia pesantren istighotsah sangat familiar bahkan menjadi rutinan. Istighotsah adalah kumpulan kalimat-kalimat thayyibah yang menjadi wirid rutin. Setiap ada acara besar atau ingin melakukan pekerjaan besar umumnya insan pesantren terlebih dahulu melakukan istighotsah. Di kalangan kaum santri, ada yang membacanya seminggu sekali, sebulan, atau pada waktu tertentu. Dengan pembacaan istighotsah, kaum Muslimin berharap agar Allah Swt senantiasa memberikan ma’unah dan perlindungan bagi kita semua. Amin Ya Rabbal alamin.

Yuli Noviawan, LTN PCNU Kota Sukabumi

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button