Siapa Yang Merasa Dirinya Tawadhu’ Berarti Dia Benar Benar Sombong
Sukabumi, 2 Agustus 2026
Intisari dari salah satu hikmah kitab Al Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah Assakandary
من أثبت لنفسه تواضعا فهو المتكبر حقا إذ ليس التواضع إلا عن رفعة فمتى أثبتَّ لنفسك تواضعا فأنت المتكبر حقا
“Siapa yang merasa dirinya tawadhu’, berarti dia benar-benar sombong, sebab tidak ada tawaddhu’ kecuali orang itu tidak merasa tinggi dan mulia, maka jika engkau mengaku bahwa dirimu tawaddhu’, maka sebenarnya engkau adalah orang yang sombong.

Demikian disampaikan Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Mifta’ahusa’adah Kota Sukabumi KH Abdullah Fauzi pada pengajian Syahriahan di Pondok Pesantren Mifta’ahusa’adah Kota Sukabumi. (2/8/2026)
Pengajian dihadiri oleh para pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Sukabumi, para santri serta warga masyarakat Sukabumi mengkaji kitab tafsir Al Jalalaen, Kitab Mauridhu Dhom’an, Kitab Al Hikam serta Kita Riyadhus Shalihin.

Yuli Noviawan, LTN PCNU Kota Sukabumi




