Jangan Main Main Dengan Zalim
Oleh: Mulyawan Safwandy Nugraha
عن جابر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
((اتقوا الظلم فإن الظلم ظلمات يوم القيامة…))
Kalau Nabi sudah bilang zalim itu kegelapan, berarti ini bukan urusan ringan. Ini bukan sekadar salah biasa. Ini soal arah hidup.
Kita ini sering santai dengan urusan zalim. Padahal dampaknya tidak langsung kelihatan. Orang bisa terlihat sukses, padahal caranya salah. Orang bisa dipuji, padahal banyak yang dirugikan.

Di sinilah jebakannya.
Al-Qur’an bilang:
وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِي فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةٗ ضَنكٗا
“Siapa yang berpaling, hidupnya sempit.” (QS Thaha: 124)
Sempit itu bukan soal uang. Banyak orang kaya tapi hidupnya gelisah. Banyak yang punya jabatan tapi tidak tenang. Kenapa? Karena ada yang tidak beres dalam cara hidupnya.
Zalim itu bikin hidup sempit. Walaupun tampak luas.
Nabi juga mengingatkan soal kikir. Ini penyakit hati. Orang kikir itu bukan cuma tidak mau memberi. Tapi takut kehilangan. Akhirnya dia kumpulkan, dia jaga, dia pertahankan, walau harus melanggar.
Dulu umat sebelum kita hancur karena ini. Sampai berani menumpahkan darah. Sampai menghalalkan yang haram. Kalau kita lihat hari ini, pola itu masih ada.
Orang saling sikut demi jabatan. Orang saling jatuhkan demi posisi. Kadang agama dipakai untuk pembenaran.
Padahal Allah sudah tegas:
“Jangan saling menzalimi.”
Selesai. Tidak perlu debat panjang.
Zalim itu bentuknya macam-macam. Ngambil hak orang. Nunda gaji. Ngasih janji tapi tidak ditepati. Ngatur orang seenaknya.
Bahkan kadang kita zalim sama diri sendiri. Tahu salah tapi terus dilakukan. Tahu benar tapi ditunda.
Cak Nun sering bilang, hidup itu soal kejujuran pada diri sendiri. Kalau kita jujur, kita tahu mana yang zalim dan mana yang tidak.
Masalahnya kita sering pintar cari alasan. Bilangnya terpaksa. Bilangnya kondisi. Padahal sebenarnya pilihan.
Al-Qur’an juga bilang:
هَلْ تَسْتَوِى ٱلظُّلُمَـٰتُ وَٱلنُّورُ
Tidak sama gelap dan terang.
Artinya jelas. Kalau kita pilih zalim, kita pilih gelap. Kalau kita pilih adil, kita pilih terang. Tidak ada posisi netral.
Di akhirat nanti, orang zalim itu sendirian. Tidak ada teman. Tidak ada pembela. Tidak ada yang bisa bantu.
Ini serius. Jadi jangan main-main dengan zalim. Mulai dari hal kecil. Jangan ambil yang bukan hak. Jangan sakiti orang. Jangan manfaatkan posisi.
Kalau kita jaga itu, hidup jadi lebih ringan. Tidak banyak beban. Tidak banyak takut.
Karena kita tahu, kita tidak sedang menumpuk kegelapan.
Dan itu sudah cukup untuk membuat hidup lebih tenang.




