Syahriahan Kitab Al Hikam
Sukabumi, 3 Mei 2026
Intisari dari salah satu hikmah dalam kitab Al-hikam karya iman Ibnu athaillah assakandary
العلم النافع هو الذي ينبسط في الصدر شعاعه وينكشف به عن القلب قناعه
Ilmu yang bermanfaat adalah yang cahayanya melapangkan dada dan menyingkap tirai kalbu.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu tentang Allah (ma’rifatullah), sifat-sifat-Nya, asma-Nya, dan ilmu tentang cara beribadah kepada-Nya, serta bersopan santun (adab) dihadapan-Nya. Ilmu inilah yang cahayanya melapangkan dada sehingga mudah menerima Islam dan menyingkap tirai kegaiban, serta selubung penutup kalbu. Sehingga hilanglah segala macam angan dan keraguan darinya, demikian disampaikan Rois Syuriah PCNU Kota Sukabumi KH Abdullah Fauzi pada syahriahan di Pondok Pesantren Miftaahusa’adah Cigunung Kota Sukabumi. (3/5/2026)
KH Abdullah Fauzi juga menyampaikan, bahwa Malik bin Anas berkata, “Ilmu diraih bukan dengan banyaknya periwayatan, melainkan ilmu adalah cahaya yang dipancarkan Allah ke dalam hati.” Manfaat ilmu adalah mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menjauhkannya dari pandangan terhadap diri sendiri. Itulah puncak kebahagiaan seorang hamba dan akhir dari pencariannya. Al-Mahdawi berkata, “Ilmu yang berguna adalah ilmu tentang waktu, kejernihan hati, kezuhudan dari dunia, dan ilmu tentang hal-hal yang mendekatkan diri ke surga-Nya, menjauhkan diri dari neraka-Nya, membuat takut kepada Allah dan berharap kepada-Nya, serta ilmu tentang kebersihan jiwa dan bahayanya.

Inilah ilmu yang dimaksud dengan cahaya yang dipancarkan Allah ke dalam hati siapa saja yang dikehendaki-Nya. Bukan ilmu lisan atau ilmu logika. Al-Junaed mengatakan, “Ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu tentang Allah (makrifatullah) dan adab dihadapan-Nya.
KH Iman Imron Rosyadi LBM PCNU Kota Sukabumi, Yuli Noviawan LTN PCNU Kota Sukabumi




